GALERY

KUNJUNGI JUGA BLOG SAYA YANG LAIN
BERANDA       KULIAH       INFO TERBARU      
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 November 2010

Kericuhan Penumpang Garuda di Bandara Semarang



Jakarta - Kericuhan sempat mewarnai pembatalan sejumlah penerbangan Garuda dari Bandara Ahmad Yani Semarang. Tidak ada aksi anarkis, hanya adu mulut antara penumpang dengan petugas bandara. Salah satu penyebab kekisruhan, gara-gara ada rombongan pejabat yang didahulukan terbang.

Sedikitnya ada tiga penerbangan Garuda dari Bandara Ahmad Yani menuju Jakarta yang sangat terganggu, yaitu GA 243, GA 245, dan GA 247. Sebagian penumpang ketiga penerbangan itu batal berangkat Minggu (21/11/2010) kemarin. GA 243 memiliki jadwal terbang pada pukul 16.10 WIB. Sedangkan GA 245 dan GA 247 memiliki jadwal menjelang malam.

"Tapi jadwal jadi acak-acakan. Urutannya 243 dulu, lalu 245 dan 247. Tahu-tahu ada pengumuman, bahwa GA 245 terbang lebih dulu. Tapi, tidak semua penumpang GA 245 bisa naik. Hanya sebagian penumpang yang naik," kata Izar, salah seorang penumpang GA 243.

Di antara penumpang GA 245 ini, terlihat sejumlah pejabat dan mantan pejabat. Ada di antara mereka, seorang menteri, ada juga mantan KSAD. Mereka sepertinya ke Semarang untuk menghadiri pernikahan anak Pangdam IV/Diponegoro. "Rombongan pejabat dan mantan pejabat ini, akhirnya diberangkatkan semua. Sebagian penumpang GA 245 tak bisa masuk," ujar dia.

Sedangkan penumpang GA 243 dijanjikan terbang setelah pesawat GA 245 terbang. "Tapi ternyata pesawat untuk GA 243 berukuran lebih kecil. Jadilah rebutan kursi antara penumpang yang pegang boarding 243 dan sisa penumpang GA 245 yang tertinggal karena tergeser rombongan pejabat," kata dia. Sebagian penumpang GA 243 juga akhirnya tidak bisa berangkat, termasuk Izar.

Kericuhan akhirnya terjadi. Adu mulut antara penumpang dan petugas bandara terjadi. Saat itu, kata Izar, tidak terlihat ada pihak Garuda. "Alhamdulillah, tidak sampai ada pecah kaca, hanya adu mulut. Bahkan ada penumpang yang memaksa naik pesawat, lalu turun lagi kasih tahu kalau masih ada bangku kosong. Ini membuat suasana menjadi ricuh lagi dan penumpang minta pihak Garuda memberi penjelasan," ujar Izar.

Namun, akhirnya para penumpang Garuda pasrah. Seiring malam semakin larut, akhirnya para penumpang pun mencari tempat menginap dan dijanjikan diterbangkan Senin pagi ini. Para penumpang GA 243 yang batal berangkat dijanjikan terbang pukul 07.00 WIB pagi ini.

Manajemen Garuda sudah menjelaskan mengenai kekacauan penerbangan Garuda tersebut dan meminta maaf kepada para penumpangnya. Penyebab penundaan penerbangan ini lantaran maskapai milik pemerintah tersebut saat ini sedang menerapkan sistem baru.

"Selama ini kita punya 3 sistem yang memonitor pergerakan pesawat, ada sistem yang memonitor pergerakan para awak kabin, ada juga sistem yang memonitor jadwal penerbangan. Sistem ini masing-masing berdiri sendiri," kata Kepala Komunikasi Garuda Indonesia Pujobroto saat dihubungi detikcom, Minggu (21/11/2010) malam.

Dari 3 sistem monitor yang awalnya dipisahkan, kini Garuda sedang menjajal penggabungan 3 sistem tersebut atau yang dikenal dengan istilah Integrated Operational Controll System (IOCS). "Jadi sistem yang awalnya sendiri-sendiri kemudian diintegrasikan menjadi satu," imbuhnya.

Namun demikian, meskipun sistem telah disiapkan dengan matang dan tentunya telah dilakukan beberapa kali ujicoba, namun saat diterapkan sistem tersebut masih melesat dari harapan. "Nah walaupun sudah disiapkan, disimulasikan, tapi karena ini menyangkut banyak data, maka masih ada kendala," jelas Pujo

Selasa, 16 November 2010

Ampera Ditutup Selama Salat Idul Adha

Jakarta - Jembatan Ampera akan ditutup esok hari selama kurang lebih satu jam. Penutupan dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi umat uslim untuk memanfaatkan badan jalan di Jembatan Ampera untuk melaksanakan salat Idul Adha.

Salat Idul Adha akan digelar di Masjid Agung, Jl Jenderal Sudirman, Palembang, Rabu (17/11/2010), pukul 07.00-08.00 WIB. Badan jalan di Jembatan Ampera dipakai untuk salat Idul Adha karena halaman Masjid Agung tidak mencukupi.

"Seperti biasa kita akan menutup beberapa akses jalan, karena sebagaian digunakan warga untuk mengikuti salat Idul Adha di Masjid Agung," kata Kabid Transportasi Jalan dan Rel Dinas Perhubungan Palembang, Agus Supriyanto, Selasa (16/11/2010).

Penutupan ini dilakukan agar masyarakat Palembang dapat beribadah dengan khusyuk. Selain jembatan Ampera, sebagian Jl Merdeka juga ditutup.

Sementara itu, di halaman Masjid Agung sudah dipersiapkan tenda. Selain itu di halaman Masjid Agung sudah dibangun tenda untuk hewan qurban.

Sekretaris Yayasan Masjid Agung Palembang, Syukri, mengatakan, hewan kurban sengaja dipisahkan dari halaman masjid agar tidak memakan tempat untuk jamaah melaksanakan salat.

"Selain itu, kalau dihalaman masjid seperti tahun lalu, baunya bisa mengganggu salat jamaah nanti," ujarnya.
(van/mad)

Sabtu, 13 November 2010

Macan Tutul masuk UGM

Keberadaan macan tutul atau Panthera pardus di lereng Gunung Merapi masih sangat misterius. Tidak pernah diketahui berapa jumlahnya, tetapi kerap muncul bahkan hingga ke kampus Universitas Gadjah Mada (UGM)

"Saya sendiri pernah mendapati dan menemukan langsung. Macan tutul itu sampai turun ke UGM. Masuk ke laboratorium UGM," kata Manajer Kebun Binatang Gembiraloka, Joko Tirtono, kepada VIVAnews.com.

Kejadian itu terjadi sekitar tahun 1980-an dan berlangsung di Kampus UGM. Kejadian itu tak pernah lekang dari ingatan Joko. Suasana pun panik.

Kali kedua, hewan lincah yang piawai memanjat pohon itu kembali terlihat. Kali ini si macan terlihat di kawasan Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman.

"Saat di Godean, yang terlihat itu macan tutul hitam atau macan kumbang. Saya temukan itu sekitar tahun 1990-an," kata Joko. Sayangnya, saat macan kumbang itu ditemukan, kondisinya sangat-sangat mengenaskan.

Badannya penuh luka tembak senapan angin. Bahkan ada 40 butir lubang peluru senapan angin bersarang di tubuh si macan kumbang.

"Maka itu saya mengimbau kepada masyarakat, kalau menemukan hewan buas itu jangan lari. Gunakan obor saja untuk menyelamatkan diri," ujar pria yang mendapat gelar Tirtodiprojo dari Pakualaman ini.

Sedangkan untuk populasi Harimau Jawa atau Panthera tigris itu sama sekali tidak ada di Merapi. Jenis Harimau Jawa sudah punah sama sekali. Saat ini yang tersisa hanya Harimau Sumatera di habitat aslinya, Pulau Sumatera.

Jumat, 12 November 2010

Nusantara ku

Guncangan gempa dahsyat disertai tsunami mengancam setiap waktu. Gunung berapi yang tersebar dari ujung tanah Sabang, Pulau Sumatera sampai daratan Merauke di Papua, juga siap memuntahkan isi perutnya kapan saja.

Bicara soal gunung, Indonesia boleh disebut pemegang rekornya. Ada 400 gunung berapi dan 130 di antaranya termasuk gunung berapi aktif. Sebagian dari gunung berapi ini terletak di dasar laut. Tanah yang kita pijak ini merupakan tempat pertemuan dua rangkaian gunung berapi aktif (ring of fire), selain itu terdapat puluhan patahan aktif.

Rangkaian gunung berapi terletak di jalur tiga lempeng bumi yakni Eurasia, Pasifik, dan Hindia Australia. Sekadar gambaran pada 1883 saat Krakatau meletus, energinya 13.000 kali kekuatan bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki. Suaranya menggelegar, terdengar seperdelapan penduduk Bumi.

Bagaimana dengan Gunung Tambora yang meletus pada 1815? Letusan gunung ini tercatat dalam sejarah dunia terdahsyat. Panas dari letusannya mampu melubangi atmosfer dan mengubah iklim dunia. Dampaknya, tidak ada musim panas pada 1816 di Eropa dan Amerika Utara.

Bukti sejarah akan danau vulkanik terbesar di dunia juga ada di Indonesia yang kita kenal sekarang Danau Toba. Abu dari letusan Gunung Toba ini sampai menutupi angkasa India, Samudera Hindia, Teluk Bengala, dan Laut Cina Selatan. Bahkan terjebak di lapisan es Greenland, Kutub Utara.

Kenyatan berada di dalam aktivitas lempeng dunia ini membuat Indonesia menjadi negara rawan gempa dan tsunami, karena aktivitas tektoniknya yang terus aktif. Ternyata, selain di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang baru-baru ini disapu tsunami, masih ada 175 daerah terdeteksi memiliki potensi tingkat kerawanan bencana tsunami tinggi.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Januari-September 2010, dari total 354 daerah yang rawan bencana, daerah berpotensi tsunami tingkat tinggi sebanyak 175, dan 179 daerah tingkat tsunami sedang. Bahkan BNPB mencatat sejak 1629 hingga 2010 ini atau dalam kurun 381 tahun, tsunami sudah terjadi sebanyak 171 kali di Indonesia.

Bagaimana dengan banjir? Jakarta, Ibu Kota Negara ini justru kian merana “dikunjungi” air bah. Diperkirakan, jika tidak ada penanganan serius dan terencana, Jakarta akan benar-benar tenggelam. Sementara di sejumlah daerah banjir dan tanah longsor seperti jamur di musim penghujan, sebagai dampak legal maupun ilegal logging.

Tak ayal, Indonesia menempati urutan ketiga sebagai negara rawan banjir. Urutan pertama dan kedua diduduki India dan China. Bencana banjir di Indonesia disebabkan beberapa faktor di antaranya kondisi curah hujan tinggi dan kondisi sebagian tanah tidak lagi mampu menyerap air dengan baik akibat proses perusakan hutan dan daerah aliran sungai. Data BNPB menunjukkan 84 persen kawasan Indonesia rawan bencana dan 80 persennya merupakan bencana ekologis.

Belum lagi ancaman bencana dari pencemaran lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam seperti barang tambang yang tidak ramah lingkungan karena mengabaikan analisis dampak lingkungan.

Tsunami Mentawai dan letusan Merapi setidaknya memberikan gambaran nyata bencana memang lekat dengan kehidupan kita. Sedikit ke belakang, masih ingat dengan gempa Aceh 9,1 SR disusul tsunami yang menewaskan 230.000 orang di sejumlah negara.

Fenomena alam ini, dari generasi ke generasi telah merenggut banyak nyawa tak berdosa, selain kerugian materi. Banjir bandang di Wasior, Papua, juga mengingatkan kita semua bila alam akan bercerita lain jika terlalu banyak tangan-tangan manusia yang membuat kerusakan di muka bum

Entri Populer